TIPS MENJAHIT SWEATER POLOS DARI BAHAN COTTON FLEECE

Sweater mamang tidak sepopuler t-shirt atau kaos. Untuk di negara-negara yang beriklim sub tropis dan dingin, sweater adalah pakaian keseharian. Tapi tidak demikian dengan di negara yang beriklim tropis seperti Indonesia. Namun demikian, seiring dengan perkembangan fashion, khususnya kalangan remaja dan  muda-mudi, kini sweater pun telah menjadi trend di Indonesia. Fenomena ini nampak bila kita ke kota Bandung yang notabene adalah daerah yang cukup dingin cuacanya. Disana, sweater sudah menjadi  fashion yang lumrah kita jumpai di kalangan anak muda.

Selain sebagai fashion, sweater juga bisa dibuat sebagai identitas komunitas maupun organisasi. Untuk membuat sweater seperti ini, perlu sweater polos, yang nantinya akan di-sablon atau di-bordir. Ada beberapa macam bahan untuk membuat sweater polos, salah satunya adalah sweater polos dari bahan Cotton Fleece. Bahan sweater dari kain Cotton Fleece dibuat menggunakan mesin rajut yang besar. Dengan demikian bahan Cotton Fleece ini biasa dijual dalam ukuran yang besar seperti halnya kain tekstil lainnya.

Sweater dari bahan kain Cotton Fleece ini biasanya jauh lebih hangat dibandingkan dengan sweater dari bahan kain yang lain. Sehigga sweater jenis ini sangat cocok untuk daerah yang bersuhu dingin.

Untuk membuat sweater diperlukan keahlian dalam menjahitnya. Berbeda dengan t-shirt atau kaos, menjahit sweater memiliki kesulitan tersendiri, disebabkan bahan sweater yang lebih tebal dibandingkan dengan bahan t-shirt atau kaos.


Dalam artikel ini dijelaskan tip-tip untuk menjahit sweater dengan bahan dari kain Cotton Fleece, sebagai  berikut:

1.      Gunakan setik jahit zigzag yang rapat untuk semua lapisan atau bisa juga dengan menggunakan setik jahit overlocking.

2.      Ikat atau jepit bagian-bagian pinggir kain untuk mencegah agar benang-benangnya tidak terurai.

3.      Potong kain Cotton Fleece, bahan sweater tersebut sesuai dengan pola yang sudah dibuat, dengan memberi kelebihan pada potongannya, bila bahan kainnya mudah terurai. Untuk memastikan apakah bahan sweater mudah terurai atau tidak, bisa ditest dengan cara menarik benangnya dari bahan bekas atau yang terbuang terlebih dahulu.

4.      Kurangi tekanan penjepit kain pada mesin jahit (biasanya terletak pada bagian kiri atas mesin jahit), ini berfungsi untuk mengurangi tarikan ada kain Cotton Fleece saat sedang dijahit.

5.      Lebih baik gunakan pedal kaki pada mesin jahit untuk mengurangi kain selip saat menjahit.

6.      Biasanya bahan Cotton Fleece ini banyak menimbulkan bulu-bulu, jadi siapkan sikat dan penyedot debu untuk membersihkan mesin jahit secara berkala agar mesin jahit tidak macet.

7.      Saat anda membuat sweater dari bahan kain Cotton Fleece, sebaiknya buat dengan pola yang sederhana. Jangan terlalu banyak lipatan atau tumpukan, karena hal tersebut bisa menyebabkan sweater menjadi berat sehingga kain akan tertarik dan menjadi longgar. Untuk mencegah agar kain tidak tertarik maka gunakan kain kepar sebagai lapisan pada bagian bahu.

8.      Sebelum kain Cotton Fleece dipotong pastikan sudah dicuci terlebih dahulu. Karena biasanya kain akan mengkerut saat pertama kali dicuci sehingga ukurannya tidak sesuai dengan ukuran semula.

Sumber: http://sweaterpolos.com

This entry was posted in Artikel Konveksi, Artikel Sweater and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.